Sibolga, SeputarTapanuli.com – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengamankan penadah Handphone (HP/Ponsel) dari hasil pencurian dengan kekerasan (Curas) di objek wisata Tangga 100 Sibolga sebelumnya.

Terduga penadah HP curian dari Tangga 100 ini berinisial NHLT, 23, warga Jalan Huta Batu I, Gang Pancuran Semen, Kelurahan Huta Tonga-Tonga, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Dia diamankan dari rumah warga di Jalan Rasak, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga pada, Rabu (3/2) sekira pukul 20.00 WIB.

Kasubbag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin mengatakan, penangkapan terduga penadah HP berinisial NHLT ini berdasarkan laporan pengaduan Kamran Pardede, 40, warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan pada Minggu (16/2) siang lalu sekira pukul 12.40 WIB. Kamran datang mengadu atas laporan anaknya yang mengaku bahwa HP nya telah dirampas oleh orang tak dikenal di Tangga 100 Sibolga.

“Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim AKP D Harahap memerintahkan Unit Opsnal (Buser) untuk melakukan penyelidikan dan akhirnya berhasil mengamankan 2 orang terduga pelaku awal, yakni ABLN alias A dan FAN alias BB alias F,” kata Sormin, Selasa (9/2).

Sormin mengungkapkan, dari kedua terduga pelaku ini, polisi kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan NHLT selaku terduga penadah HP curian dari Tangga 100. Kepada polisi, NHLT mengakui bahwa ia pernah membeli 1 unit HP dari tangan terduga pelaku ABLN seharga Rp750 ribu dan juga 1 unit HP dari tangan terduga pelaku FAN seharga Rp500 ribu serta dari orang lainnya sebanyak 2 unit seharga Rp1 juta.

“Setelah HP dibeli, NHLT kemudian menjualkannya kembali kepada orang lain untuk memeroleh keuntungan. Sementara harga belinya tidak sesuai dengan harga pasaran dan juga dibeli tanpa dilengkapi kotak maupun surat /kwitansi jual beli,” tutur Sormin.

Akibat perbuatannya, terduga pelaku penadah HP curian berinisial NHLT ini ucap Sormin, kini ditahan di ruang tahanan polisi (RTP) Polres Sibolga dan bergabung dengan kedua rekannya, ABLN dan FAN yang sudah terlebih dahulu diamankan. Dia dipersangkakan pasal 480 ayat (1) KUHPidana tentang melakukan tindak pidana Pertolongan jahat/tadah.

“Ancaman hukumannya 4 tahun penjara,” tukas Sormin. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *