Tapanuli Tengah, SeputarTapanuli.com – Sejumlah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), yang nekad tidak menggunakan masker diberikan sanksi berupa pengalungan kertas bertuliskan “Jangan Tiru Saya Tidak Pakai Masker”.

Sanksi itu diterapkan oleh tim gabungan TNI/Polri dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng saat menggelar Operasi Yustisi Pencegahan COVID-19 kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker, Senin (14/9).

Sanksi lainnya yang diterapkan berupa memegang plank bertuliskan “Cuci Tangan, Hindari Kerumunan, Pakai Masker, Cuci Tangan” dan mencuci tangan.

Rata-rata warga yang mendapat sanski sosial karena mengabaikan protokol kesehatan tidak memakai masker itu terjaring saat mereka akan melintas di sepanjang Jalan Nasional Pandan-Padangsidempuan, tepatnya di Pos Lantas Simpang kantor DPRD Tapteng tempat dipusatkannya operasi itu.

Kapolres Tapteng, AKBP Nicolas Dedy Arifianto melalui Paur Humas, Ipda JS Sinurat mengatakan, sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan tidak memakai masker itu masih sebatas sosialisasi. Tapi kedepan akan dilakukan penindakan bagi yang tidak menggunakan masker. Sementara kepada pelaku usaha akan diberikan teguran dan penabutan izin jika terbukti membandel.

“Operasi Yustisi Pencegahan COVID-19 ini sendiri dilaksanakan serentak, untuk Tapteng dilaksanakan di Jalan Sibolga Padang Sidimpuan tepatnya di depan Pos Lantas Polres Pandan,” kata Sinurat, dalam keterangannya, Senin (14/9).


Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0211 Tapteng, Letkol (Inf) Dadang Alex, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga dan Letkol Andris Benhart Marimbun Simare-mare ketika memasangkan kalung sanksi sosial kepada warga pelanggar Protokol Kesehatan. SeputarTapanuli/Dok Humas Polres Sibolga)

Menurutnya, Operasi Yustisi ini dilakukan agar masyarakat mematuhi Protokol Kesehatan dari Pemerintah. Sehingga ketika melakukan kegiatan di luar rumah, masyarakat tetap melakukan kebiasaan memakai masker, menjaga jarak fisik dan sosial (Physical dan Social Distancing) untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Kiranya masyarakat Tapteng mengikuti Protokol Kesehatan ini sebagai kebutuhan bukan kewajiban,” tukasnya.

Selain memberikan sanksi, tim gabungan dari TNI/Polri dan Pemerintah itu juga membagikan masker kepada masyarakat. Jumlah yang dibagikan hari itu sebanyak 1.000 lembar.

Sementara kegiatan itu diikuti langsung Wakil Bupati Tapteng, Darwin Sitompul, Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0211 Tapteng, Letkol (Inf) Dadang Alex, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga dan Letkol Andris Benhart Marimbun Simare-mare, serta para pejabat utama Polres Tapteng seperti Kabagops, Kompol Yengki Deswandi, Kasat Intelkam, AKP Trio Romi Manik, Kasat Lantas, AKP Nasrul, Kasat Sabhara, AKP Tohap Sibuea,  Kapolsek Pandan, Iptu Zulkarnain dan Perwira Polres Tapteng lainnya.

Jumlah personil yang diterjunkan tercatat lebih dari 50 orang, terdiri dari 26 Personil Polres Tapteng, 9 Personil Kodim 0211/TT, 2 Personil Denpom 1/2 Sibolga, 2 Personil TNI AL, 2 Personil TNI AU, 5 Personil Sat Pol PP Pemkab Tapteng, 3 Personil BPBD Tapteng, 1 Personil Dinkes Tapteng dan Paurkes Polres Tapteng. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *