Sibolga, SeputarTapanuli.com – Munculnya satu kasus baru Positif COVID-19 di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), mengundang keprihatinan orang nomor satu di kota itu. Selain itu juga mengundang reaksi tegas berisi himbauan darinya.

Orang nomor satu kota itu yang adalah juga Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk, mengimbau dengan tegas kepada Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sibolga agar tidak memberikan ijin bagi masyarakat untuk mengadakan pesta pernikahan/syukuran dan sebagainya yang mengundang kehadiran banyak orang.

Dia juga mewajibkan masyarakat Sibolga supaya mematuhi Protokol COVID-19, dengan menjaga jarakan aman, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

“Terutama ditempat-tempat keramaian seperti pasar, restoran, warung kopi/cafe dan lainnya,” tegasnya, Kamis (25/6)

Dia juga menghimbau masyarakat Kota Sibolga untuk tidak berlama-lama berada di warung kopi/cafe dan tempat keramaian lainnya.

“Cukup sebatas membeli makanan/minuman saja, dan diharapkan untuk dapat dibungkus dan dinikmati di rumah saja,” ucapnya.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sibolga, sebelumnya menerima laporan bahwa ada seorang warga Kota Sibolga Positif COVID-19 hasil Tes Cepat Molakular (TCM) di Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Warga tersebut beriniisal NS,67, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tinggal di Kelurahan Simare-mare. Dia dinyatakan terpapar COVID-19 selepas menikahkan anaknya di Pargodungan, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Menurut Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sibolga, Edipolo Sitanggang, setelah informasi itu diproleh, mereka dari Gugus Tugas langsung mengambil tindakan dengan melakukan tracing kepada tenaga kesehatan di RSU FL Tobing Sibolga. Kemudian melakukan tracing dilingkungan tempat tinggal pasien dan mengisolasi keluarga inti pasien di Wisma Atlet Parombunan.

“Selanjutnya melakukan penyemprotan disinfektan di rumah pasien dan melakukan rapid test terhadap warga kontak dengan pasien di lingkungan tempat tinggal pasien, berkoordinasi dengan Camat, Lurah, Kepala Lingkungan (Keplng), Bhabinkamtibmas dan Babinsa, untuk melakukan monitoring dan pengawasan di lingkungan tempat tinggal pasien,” bebernya.

Hal itu dibenarkan oleh Koordinator Gugus Tugas COVID-19 Kota Sibolga, Firmansyah Hulu. Namun ditambahkannya, dari tracing itu, Gugus Tugas, tidak menemukan seorang pun dari tenaga medis RSU FL Tobing Sibolga yang terpapar virus itu. Sementara tracing terhadap keluarga inti pasien, ditemukan sebanyak 13 orang.

Dari ditemukannya satu warga Sibolga  pasien Positif COVID-19 itu, maka daerah itu mencatatkan satu kasus Positif COVID-19. Sehingga membuat status Kota itu sedikit bergeser dari zona hijau menuju zona kuning. (Jhonny Simatupang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *